Lenny M Iskandar, warga Bandung Barat yang berencana ikut vaksinasi terkaget-kaget lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya sudah dipakai orang lain.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyatakan lembaganya sudah menurunkan tampilan (take down) Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Jokowi di laman resmi milik KPU RI.
Saat mengetahui NIK miliknya telah dipakai oleh dua orang tak dikenal, Fanni sempat kebingungan. Pasalnya, dia baru pertama kali mengikuti vaksinasi Covid-19.
Pemerintah terus berupaya menggenjot capaian vaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok. Meski begitu dalam pelaksanaan vaksinasi masyarakat masih mengalami kendala pelayanan.
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menegaskan tak ada unsur kesengajaan dalam kasus warga Bekasi yang sempat gagal vaksinasi karena persoalan nomor induk kependudukan (NIK).
Mulai hari ini aplikasi milik Kemenkes Smart Checking, Kominfo Peduli Lindungi, dan BPJS Kesehatan Pcare mulai hari ini terintegrasi dengan data Dukcapil.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat rentan....
Buntut temuan warga Cikarang, Kabupaten Bekasi yang tidak bisa divaksin Covid-19 karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP-nya dicatut WNA, kini pendataan vaksinasi diubah.
Petugas kesehatan menolak memberikan vaksin lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya digunakan oleh seorang warga negara asing (WNA) di wilayah Jakarta.
Wasit Ridwan (47), warga Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi sudah menjalani vaksinasi dan mendapatkan sertifikat manual.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sedang mendalami penyebab warga Bekasi tidak bisa ikut vaksin Covid-19 karena Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya dipakai oleh orang lain.