Pengamat politik Idil Akbar menilai, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan aktivitas buzzer sangat menarik dan patut direspons oleh pemerintah.
Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hensri Satrio mengatakan, fatwa haram terhadap para buzzer tidak akan memengaruhi aktivitas mereka.
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain membuat cuitan di akun Twitter-nya @ustadtengkuzul yang mempertegas Fatwa MUI soal buzzer tersebut.
Industri buzzer cukup menggiurkan akhir-akhir ini untuk tujuan tertentu. Bagaimana tidak, satu tim itu bisa mengantongi bayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram bagi aktivitas buzzer yang masih menebar hoaks, adu domba, ujaran kebencian, fitnah, ghibah dan jenis lainnya di media social (Medsos).
Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermedia sosial yang salah satunya membahas hukum aktivitas buzzer.
Ekonom menyarankan anggaran influencer dihapus dari APBN. Untuk sosialisasi program pemerintah bisa menggandeng media resmi yang lebih mudah pengawasannya.
Pernyataan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) yang mengatakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi menyita perhatian banyak pihak.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram aktivitas buzzer. Hal itu ditetapkan MUI melalui Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial (Medsos)Fatwa....
Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengklaim pemerintah tidak memakai jasa buzzer untuk melakukan kontra narasi terhadap suara-suara kritis di media sosial.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram pekerjaan buzzer. Hal itu ditetapkan MUI melalui Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial (Medsos)
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman yang mengaku tidak takut dengan buzzer. Habiburokhman justru menyampaikan rasa terima kasihnya kepada buzzer.
KH Cholil Nafis menyesalkan kelakuan para buzzer yang dengan mudah berbicara kasar dan mem-bully sehingga membuat orang atau tokoh tertentu memilih diam.
Eksistensi buzzer pun menjadi perbincangan luas. Politikus Partai Gerindra, Habiburokhman ikut mengomentari tentang hal tersebut. Habiburokhman merasa tidak pernah terganggu, bahkan tidak pernah takut....
Para buzzer ini seolah menjadi penguasa baru alam pikiran masyarakat. Seolah tak tersentuh hukum, para gerombolan buzzer bebas memproduksi konten provokatif.
Industri buzzer cukup menggiurkan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, satu tim itu bisa mengantongi bayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah dengan kontrak hingga miliaran.
Buzzer atau para pendengung lagi heboh diperbincangkan warganet. Kehadiran buzzer di jagat maya dianggap lumrah seiring perkembangan teknologi dan sejalan dengan dinamika kehidupan bernegara saat ini.
Ketakutan Kwik Kian Gie terhadap para pendengung atau buzzer di media sosial (medsos) menjadi perhatian luas, tak terkecuali musikus legendaris Iwan Fals.