Surat kabar Aljazair berbahasa Perancis, Le Soir dAlgerie melaporkan Uni Emirat Arab (UEA) mungkin telah memainkan peran dalam percobaan kudeta terhadap Presiden Niger Mohamed Bazoum.
Kudeta Militer pernah terjadi di sejumlah negara mayoritas muslim. Seperti namanya, kudeta atau penggulingan kekuasaan ini dilakukan oleh pihak militer.
Para pemimpin militer Niger memperingatkan terhadap setiap intervensi bersenjata di negara itu saat para pemimpin negara Afrika Barat berkumpul di Ibu Kota Nigeria untuk pertemua darurat.
Kepala pengawal kepresidenan Niger, Jenderal Abdourahamane Tiani, yang mendalangi kudeta Presiden Mohamed Bazoum pekan ini, telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin nasional yang baru.
Kudeta yang terjadi di Niger membuat banyak sekutu Barat yang prihatin dengan negara yang memiliki sejarah upata pengambilalihan kekuasaan dan ekstremisme militan itu.
Militer masih menjadi kekuatan yang disegani karena memiliki senjata dan pengaruh yang kuat di mayoritas negara-negara Afrika. Itu menjadikan banyak terjadi kudeta ketika para pemimpin militer mengalami....
Menyusul kudeta kekuasaan Presiden Niger Mohamed Bazoum pada hari Rabu, Jenderal Omar Tchiani, komandan pengawal presiden, telah dituduh sebagai orang di balik kudeta.
Kami, pasukan pertahanan dan keamanan telah memutuskan untuk mengakhiri rezim Presiden Bazoum, kata jubir Angkatan Darat Kolonel-Mayor Amadou Abdramane.
Sumber di Niger mengatakan pengawal kepresidenan negara itu telah menangkap Presiden Mohamed Bazoum dan memblokade kediamannya, serta kementerian penting.
Jin Sakhr sempat melakukan kudeta di Kerajaan Nabi Sulaiman. Akibatnya, Nabi Sulaiman kehilangan tahtanya. Pada 10 Muharram Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman tersebut.
Bos intel Ukraina klaim pasukan Wagner sudah menembus pangkalan Voronezh-45, tempat senjata nuklir Rusia diduga disimpan. Namun AS ragu dengan klaim tersebut.