floating-Kiai Malik, Pejuang...
Kiai Malik, Pejuang Hizbullah Sakti dari Malang Tak Mempan Ditembak Belanda
Kiai Malik, Pejuang...
Kiai Malik, Pejuang Hizbullah Sakti dari Malang Tak Mempan Ditembak Belanda
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 10:00 WIB
HIZBULLAH menjadi salah satu pasukan pejuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Malang. Pasukan ini dikenal memiliki kelebihan dan kesaktian dibandingkan pasukan lain.

Salah satu pasukan yang terkenal dengan kesaktiannya yakni Kiai Malik.Pemerhati sejarah Eko Irawan mengatakan, Kiai Malik merupakan salah satu pahlawan dari tentara Hizbullah asal Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang, tapi ditempatkan di Pasuruan.

“Beliau ini tentara Hizbullah dari unsur tokoh agama dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ucap Eko Irawan kepada iNews Media Group di Kota Malang, Sabtu (17/8/2024).

Baca Juga: Asal Mula Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Lahir dari Disharmoni Kerajaan Majapahit

Menariknya peristiwa nahas terjadi ketika dia lepas tugas dari Pasuruan untuk kembali pulang ke Malang. Saat perjalanan pulang itulah Kiai Malik yang menyelinap hati-hati tertangkap oleh pasukan Belanda. Ia lantas dipenjara oleh pasukan sekutu, termasuk Belanda di dalamnya.

‘Dia itu mau pulang dari Pasuruan, tertangkap di Buring yang makamnya di situ. Saat ditangkap itu beliau dipenjara diberondong tembakan tapi nggak apa-apa, nggak meninggal,” tuturnya.

Bahkan siksaan yang diterima Kiai Malik bukanlah itu saja, ia juga digantung hidup-hidup di aliran Sungai Amprong, tapi Kiai Malik tak juga meninggal. Pria yang meninggal tahun 1949 ini bahkan sampai diseret dengan Jeep pun juga tak meninggal.

Baca Juga: Kisah Heroik Arek Malang Tumpas Penjajah Belanda usai Proklamasi 17 Agustus 1945



Beliau ini sakti, sampai Belanda bingung mau dibunuh dengan cara apa. Akhirnya beliau ini dibunuh dengan ditembak pakai senapannya sendiri. Jadi beliau diminta mengarahkan senapannya ke mulut, terus ditembak sendiri, akhirnya meninggal,” terangnya.

Dari sanalah akhirnya Letda Inf. KH. Malik meninggal pada 5 Januari 1949. Beliau pun akhirnya dimakamkan di tempat yang sekarang berada di timur Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Buring, sekitar Jembatan Kedungkandang.

“Memang beliau ini tokoh agama, seorang ulama. Mungkin amalan - amalannya luar biasa, sehingga ya kesaktian di luar logika saat itu. Bahkan Belanda sangat takut dengan keberadaan beliau,” tandasnya.
(ams)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Penyebab Utama Keruntuhan...
Penyebab Utama Keruntuhan Kerajaan Cirebon: Sejarah, Dampak, dan Peninggalan Bersejarah Lengkap
Serangan Kerajaan Mataram...
Serangan Kerajaan Mataram ke Blambangan Usai Sultan Amangkurat I Dapat Bisikan Ulama
Kisah Arca Raden Wijaya...
Kisah Arca Raden Wijaya dan Gayatri Pendiri Kerajaan Majapahit
Kemewahan Istana Mataram...
Kemewahan Istana Mataram Baru di Plered yang Dilengkapi Gerbang Tiga Lapis Megah
Momen Pangeran Diponegoro...
Momen Pangeran Diponegoro Lolos Pengejaran Pasukan Belanda di Sungai Progo