MOSKOW - Otoritas keamanan siber Jerman telah memperingatkan agar tidak menggunakan perangkat lunak
anti-virus dari perusahaan Rusia Kaspersky. Kantor Federal untuk Keamanan Informasi (BSI) mengeluarkan pernyataan tersebut sehubungan dengan konflik di Ukraina.
Menanggapi tuduhan BSI, Kaspersky mengatakan kepada
BBC News bahwa peringatan itu dibuat atas dasar politik. Kaspersky tidak ada hubungan dengan pemerintah Rusia.
BSI tidak menuduh adanya masalah saat ini dengan produk Kaspersky tetapi mengatakan konflik di Ukraina dan ancaman Rusia terhadap Uni Eropa, NATO dan Jerman membawa serta risiko serangan cyber.
BACA: Begini Cara Mematikan Windows Defender yang Kadang Ngeselin "Produsen IT Rusia dapat melakukan operasi ofensif sendiri, dipaksa melawan keinginannya untuk menyerang sistem target, atau melakukan operasi cyber tanpa sepengetahuannya (Kaspersky) atau sebagai alat untuk menyerang pelanggannya sendiri," bunyi peringatan itu seperti dilansir
BBC News, Rabu (16/3/2022).
BSI merekomendasikan pada pengguna kamputer di Jerman agar mengganti anti-virus Kaspersky dengan alternatif lain.
BACA JUGA: Finlandia Bikin Kuburan Limbah Nuklir Sedalam 500 Meter Aman Sampai 100.000 Tahun Menyusul peringatan BSI, juru bicara klub sepak bola Eintracht Frankfurt Axel Hellmann mengatakan kepada Bloomberg bahwa manajemen telah mengakhiri perjanjian sponsor dengan
Kaspersky . "Kami sangat menyayangkan perkembangan (perang) ini," katanya.
Kaspersky mengatakan akan meminta klarifikasi dari BSI atas keputusannya, yang tidak didasarkan pada penilaian teknis produk Kaspersky, dan bagaimana mengatasi kekhawatirannya.
(ysw)